Bandung, 21 November 2025Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam pengembangan ekosistem bioteknologi nasional melalui partisipasi aktif pada The 12th International Symposium of Innovative Bioproduction on Biotechnology & Bioengineering (ISIBio) 2025. Acara bergengsi ini diselenggarakan pada 20-21 November 2025 bertempat di Unpad Training Center Dago Hotel, Bandung.

Simposium tahun ini mengangkat berbagai isu krusial, mulai dari kebijakan industri hijau, transisi energi, hingga inovasi material biopolimer. Kehadiran KBI dalam forum ini menegaskan komitmen organisasi untuk mensinergikan standar regulasi dengan inovasi industri.

Dalam sesi Keynote Session 1, Presiden KBI, Dr. Wahyu Purbowasito, yang juga menjabat sebagai Deputi Bidang Akreditasi Badan Standardisasi Nasional (BSN), hadir sebagai pembicara utama. Dr. Wahyu memaparkan materi bertajuk “Harmonizing Standards to Support Circular Bioeconomy Implementation,” yang menyoroti pentingnya standardisasi dalam mendukung implementasi bioekonomi sirkular yang berkelanjutan di Indonesia.

Peran kepemimpinan KBI juga terlihat melalui kehadiran Wakil Presiden KBI, Prof. Dr. Puspita Lisdiyanti, M. Agr, Chem. Beliau bertindak sebagai moderator dalam sesi kebijakan dan industri hijau, memandu diskusi mendalam mengenai teknologi chemurgy dan kimia berkelanjutan.

Sesi ilmiah pada hari kedua ISIBIO 2025 (21/11) diwarnai oleh kontribusi dari salah satu institusi anggota KBI. Pada Plenary Session 4 yang berfokus pada Microalgae & Applied Biotech, Falasifah, S. Si dari PT Albitec mempresentasikan topik “Microalgae Innovation from Lab to Industry: Scaling Biomass Solutions for Food Security and Green Energy”. Presentasi ini memberikan wawasan praktis mengenai skala industri biomassa mikroalga sebagai solusi masa depan untuk pangan dan energi hijau.

Kesuksesan ISIBio 2025 tidak lepas dari dukungan penuh para anggota KBI yang bertindak sebagai sponsor, yaitu PT Albitec, PT Indotech Sains Inti, PT Advinsains, dan PT Genecraft. Keterlibatan sektor swasta ini menunjukkan ekosistem bioteknologi yang semakin solid dan kolaboratif. KBI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Panitia Pelaksana (Organizing Committee), serta institusi tuan rumah seperti BRIN dan Universitas Padjadjaran atas penyelenggaraan simposium yang berjalan sukses dan lancar.

Melalui partisipasi di ISIBio 2025, KBI berharap dapat terus memacu kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi bioproduksi yang inovatif demi kemajuan bioekonomi Indonesia.

GALLERY