Bandung, 19 November 2025 – Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI) telah sukses melaksanakan Rapat Pengurus yang membahas evaluasi kinerja dan perencanaan program kerja strategis untuk tahun mendatang. Pertemuan yang dilaksanakan secara hibrida ini bertempat di Ruang Konferensi Hotel UTC Dago, Bandung, serta melalui platform Zoom, sehari menjelang pelaksanaan International Symposium on Bio-products, Biotechnology, and Bioengineering (ISIBIO) 2025.

Rapat dipimpin langsung oleh Presiden KBI, Wahyu Purbowasito, didampingi oleh Wakil Presiden Dr. Puspita Lisdiyanti dan Yawarsa Halim, Sekretaris Eksekutif Sara Wijayanti Wandoyo, serta Bendahara Woro Umayi Ananda. Turut hadir secara luring dan daring perwakilan dari anggota institusi KBI, antara lain PT Genecraft Labs, PT Indotech Scientific, PT ITS Science Indonesia, PT Elokarsa Utama, Universitas Padjajaran, serta jajaran pengurus dan perwakilan anggota KBI lainnya.

Transformasi Konferensi Bioteknologi Indonesia (IBC) 2026

Salah satu keputusan krusial dalam rapat ini adalah penetapan rencana penyelenggaraan Indonesia Biotechnology Conference (IBC) yang dijadwalkan pada semester kedua tahun 2026. Para pengurus sepakat untuk membawa penyegaran pada format IBC mendatang.

Tidak sekadar menjadi ajang seminar ilmiah, KBI berkomitmen menjadikan IBC 2026 sebagai wadah pameran produk bioteknologi yang konkret. Fokus utama acara ini nantinya adalah mempertemukan hasil riset para peneliti dengan sektor industri dan pengguna akhir. Langkah ini diambil untuk mendorong percepatan hilirisasi produk bioteknologi di Indonesia, memastikan bahwa inovasi tidak hanya berhenti di laboratorium tetapi juga memiliki nilai komersial dan manfaat langsung bagi masyarakat.

Realisasi Keanggotaan Individu

Menindaklanjuti hasil Kongres KBI tahun 2024, rapat ini juga membahas teknis pelaksanaan penerimaan anggota individu. KBI kini tengah mempersiapkan infrastruktur untuk membuka akses keanggotaan bagi peneliti mandiri, akademisi, dan profesional, melengkapi basis anggota institusi yang sudah ada.

Dalam diskusi tersebut, dibahas pula mengenai tantangan administrasi dan tata kelola yang perlu dibenahi, termasuk digitalisasi sistem pendaftaran melalui situs web resmi KBI dan otomatisasi verifikasi pembayaran iuran anggota guna meningkatkan efisiensi operasional organisasi.

Penguatan Legalitas dan Tata Kelola

Selain program kerja, rapat menyoroti pentingnya penguatan aspek legalitas dan administrasi keuangan organisasi. Pengurus menyepakati langkah-langkah untuk memperbarui status legalitas badan hukum, pembuatan NPWP organisasi, serta pembenahan rekening bank resmi KBI. Hal ini dilakukan untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas KBI sebagai organisasi profesi yang profesional.

Langkah Selanjutnya

Sebagai tindak lanjut, KBI akan segera menyusun kerangka kerja detail untuk IBC 2026 dan menyelesaikan pembenahan sistem keanggotaan. Rapat koordinasi lanjutan dijadwalkan akan kembali digelar pada awal tahun 2026 untuk memantau progres implementasi keputusan-keputusan tersebut.

GALLERY