
Denpasar, Bali – International Conference on Latest Molecular Technology in Agriculture (ICLMTA) 2025 telah sukses terselenggara pada 22-23 September 2025 di Holiday Inn Resort Baruna, Kuta, Bali. Konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Biotech Center IPB University ini menjadi wadah penting bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi untuk berbagi pengetahuan tentang perkembangan teknologi molekuler terbaru dalam bidang pertanian.
ICLMTA 2025 hadir sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak akan inovasi teknologi dalam sektor pertanian di era perubahan iklim. Konferensi ini bertujuan untuk memfasilitasi diskusi mendalam mengenai aplikasi teknologi molekuler dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sistem pertanian global.
Tema-tema utama yang dibahas meliputi genomics dan rekayasa genetika untuk peningkatan tanaman, penanda molekuler dan seleksi berbantuan penanda, teknologi gene silencing dan CRISPR untuk penyuntingan genom, serta pendekatan molekuler untuk pertanian cerdas iklim. Konferensi ini juga mengangkat isu penting tentang kedaulatan petani skala kecil terhadap benih dan inovasi teknologi molekuler, serta pertimbangan etis dan kerangka regulasi dalam bioteknologi pertanian.
Konferensi ICLMTA 2025 diorganisir oleh Biotech Center IPB University sebagai penyelenggara utama, dengan dukungan penuh dari Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI) sebagai supporting organization. Acara ini juga mendapat dukungan dari beberapa anggota KBI yang berperan sebagai sponsor, yaitu PT ITS Science Indonesia, PT. GeneCraft Labs Indonesia, dan ScienceWerke.
Kehadiran CropLife Indonesia sebagai salah satu supporting partner dan sponsor workshop memperkuat kolaborasi strategis dalam bidang kemajuan bioteknologi pertanian. CropLife Indonesia, yang sering berkolaborasi dengan KBI dan secara aktif mengadvokasi praktik pertanian modern serta adopsi bioteknologi di Indonesia, merepresentasikan komitmen industri yang kuat dalam mendukung riset dan edukasi ilmiah. Sinergi antara akademisi dan industri ini mencerminkan pendekatan holistik dalam pengembangan bioteknologi nasional yang mendapat manfaat dari keahlian ilmiah dan implementasi pertanian praktis.
Rangkaian acara ICLMTA 2025 dimulai dengan tiga workshop bioteknologi spesial pada 21 September 2025, sehari sebelum konferensi utama berlangsung. Workshop ini dirancang untuk memberikan pengalaman hands-on dan pemahaman praktis mengenai teknologi molekuler terkini.
Workshop 1 – Nutmeg Meeting Room menghadirkan “Genotyping by qPCR and qLAMP in Crop Breeding Application” yang dipresentasikan oleh ScienceWerke, dengan pembicara Maria Swastika dan Sylvia Sance.
Workshop 2 – Peppercorn 1 Meeting Room menampilkan “New Breeding Tools: Engineering Crops for a Sustainable Future” yang dibawakan oleh Dr. Tri Joko Santoso (BRIN), Michael Leader (Crop Life Asia), dan Dr. Mahalatchumy Arujanan (ISAAA).
Workshop 3 – Peppercorn 2 Meeting Room menyajikan “From Sample to Insight: End-to-End HiFi Solutions for Plant Research” yang dipresentasikan oleh DKSH-PacBio, dengan pembicara Jeremiah Suryatenggara (Senior Manager PacBio), Ashish Shukla, dan Faris Dinulhaq (Product Manager DKSH).

Konferensi utama berlangsung selama dua hari penuh pada 22-23 September 2025 di Holiday Inn Resort Baruna, Kuta, Bali. Pemilihan lokasi di Pulau Dewata ini memberikan suasana yang kondusif untuk networking dan pertukaran ide antar peserta dari berbagai negara.
Acara ini menghadirkan pembicara kunci internasional terkemuka, termasuk Prof. Steve Lindow dari University of California Berkeley (USA), Prof. Antonius Suwanto dari IPB University (Indonesia), Prof. Stefano Mazzolleni dari University of Naples Federico II (Italia), Assoc Prof. Yue Genhua dari National University of Singapore, Prof. Goo Jang dari Seoul National University (Korea Selatan), dan Prof. Takeshi Omasa dari Osaka University (Jepang).
Program konferensi mencakup sesi presentasi oral, poster presentation, dan diskusi panel interaktif yang membahas berbagai aspek teknologi molekuler dalam pertanian, mulai dari aplikasi CRISPR untuk pemuliaan tanaman hingga pendekatan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sebagai bentuk komitmen terhadap penyebaran pengetahuan ilmiah, artikel-artikel terpilih dari konferensi akan dipublikasikan dalam jurnal-jurnal bereputasi, termasuk IOP Proceedings yang terindeks Scopus, Tropical Animal Science Journal (Q2), Hayati Journal of Biosciences (Q3), dan Biotropia (Q4). Hal ini memberikan kesempatan bagi para peneliti untuk menyebarluaskan hasil risetnya ke audiens global dan meningkatkan visibilitas penelitian Indonesia di kancah internasional.
Keberhasilan ICLMTA 2025 membuktikan komitmen Indonesia, khususnya melalui kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan konsorsium industri seperti KBI, dalam mengembangkan teknologi molekuler untuk kemajuan sektor pertanian. Konferensi ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset internasional yang akan berkontribusi pada ketahanan pangan global.
Dukungan penuh dari KBI dan para anggotanya menunjukkan dedikasi konsorsium dalam memajukan industri bioteknologi Indonesia melalui transfer teknologi dan capacity building. Ke depannya, diharapkan momentum positif ini dapat terus berlanjut dalam berbagai inisiatif serupa untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi bioteknologi di Indonesia, sekaligus memposisikan Indonesia sebagai pemain penting dalam pengembangan teknologi molekuler pertanian di tingkat regional maupun global.

















Leave A Comment